KAIN MURAH JABABEKA

Jln. Kancil 1 Blok B 42 Perum Cikarang Baru, Kel. Serta Jaya, Kec. Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi ( Kawasan Industri JABABEKA).

KAIN MURAH JABABEKA

Jln. Kancil 1 Blok B 42 Perum Cikarang Baru, Kel. Serta Jaya, Kec. Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi ( Kawasan Industri JABABEKA).

KAIN MURAH JABABEKA

Jln. Kancil 1 Blok B 42 Perum Cikarang Baru, Kel. Serta Jaya, Kec. Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi ( Kawasan Industri JABABEKA).

KAIN MURAH JABABEKA

Jln. Kancil 1 Blok B 42 Perum Cikarang Baru, Kel. Serta Jaya, Kec. Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi ( Kawasan Industri JABABEKA).

KAIN MURAH JABABEKA

Jln. Kancil 1 Blok B 42 Perum Cikarang Baru, Kel. Serta Jaya, Kec. Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi ( Kawasan Industri JABABEKA).

Saturday, April 18, 2020

GROSIR KAIN KATUN DAN RAYON DI JABABEKA

GROSIR KAIN KATUN DAN RAYON DI JABABEKA
Kain Murah Jababeka merupakan Toko kain katun dan rayon menjual grosir maupun Eceran di Cikarang Kabupaten_Bekasi




Ada beberapa jenis kain :

        Katun seperti ( katun 30s, poplin, linen, spandex / stretch, canvas dan Batik ) ukuran lebar 115 Cm, 120Cm dan 150Cm.
        Rayon lebar 120 Cm dan 150 Cm.
        Microfiber bahan sprei lebar 240Cm
        Melayani penjualan bahan textile printing dan polosan jenis kain tersebut diatas.

Kain Murah Jababeka melayani pelanggan di beberapa kota dan daerah Nusantara

Beberapa alasan anda harus membeli Kain Katun, Rayon, Batik dan Micro Fiber Printing maupun Polosan di Kain Murah Jababeka: 

1.      Agen / distributor kain meteran dibeli langsung dari pabrik ternama di Kawasan Industri jababeka jenis katun, rayon, batik, microfiber, sprei yang berkualitas diproduksi oleh perusaan textile besar dan ternama berada di Kawasan Industri Jababeka.
2.      Pengalaman menjadi distributor Kain Katun & Rayon sejak 2008.
3.      Kualitas bahan produksi sudah tidak diragukan lagi karena didukung dengan mesin-mesin handal buatan Eropa dan Asia, sumber daya manusia yang mumpuni.
4.      Bahan diproduksi dari Pabrik Textile besar dan ternama di Kawasan Industri Jababeka Cikarang.
5.      Design/ motif-motif terkini dan banyak pilihan.
6.      Kualitas barang yang diterima terjaga, sudah melalui penyortiran yang diakui oleh Pelanggan perusahaan di Jakarta, Bandung, Tasikmalaya, Cirebon dan daerah lainnya.
7.      Harga murah dan berkualitas.
8.      Melayani pembelian offline maupun online.
9.  Melayani pembelian & pengiriman ke seluruh Indonesia.
10.  Bekerja Menggunakan Jasa pengiriman desesuaikan permintaaan pelanggan yang melayani se Nusantara.

Membeli barang dari perusahaan textile ternama, dengan dukungan perusahaan yang mempunyai kapasitas produksi besar,  mesin produksi lengkap dari proses pretreatment sampai finishing, didukung oleh tenaga kerja yg profesional. Team marketing yang lebih profesional.

GROSIR KAIN KATUN DAN RAYON DI JABABEKA

Pengetahuan tentang bahan dan proses sampai barang jadi di perusahaan textile yang kami beli.

PROSES CELUP MENGGUNAKAN MEISIN JET DYEING TERUTAMA DIGUNAKAN PROSES KAIN MICROFIBER

PRODUSES KAIN PRINTING DAN DYEING membuat artikel tentang bahan baku kain katun, rayon dan proses produksi sampai pemasaran. Dengan demikian para pelanggan maupun pedagang kain bisa mengetahui kualitas kain yang diperjual belikan.
I. Proses Pembuatan kain.

1.     Proses spinning.
Pada proses spinning atau pemintalan adalah mengubah serat kapas, rayon, viscose atau lainnya menjadi benang.

a. Kain Katun.
Bahan katun adalah hasil proses pengolahan kapas menjadi benang.
Kapas merupakan serat alam yang berasal dari serat tumbuhan tanaman kapas. Perlu dilakukan beberapa proses hingga menjadi kapas yang siap untuk proses selanjutnya. Proses tersebut merupakan pengolahan kapas menjadi benang yang disebut dengan proses spinning atau pemintalan.

b. Kain rayon dan viscose.
Rayon merupakan bahan tekstil selulosa jenis cellulosic filament (CF) yang diperoleh dari ekstraksi serat bubur kayu larut atau dissolving pulp.

Industri tekstil sebenarnya telah mengenal rayon sebagai sutra buatan.
Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam industri rayon, karena pohon yang menjadi bahan Baku rayon hanya memerlukan 5 hingga 8 tahun untuk dipanen. Hal itu berbeda dengan pohon kayu di negara nontropis yang memerlukan 25 hingga 80 tahun untuk dipanen. Setelah dipanen, kayu tersebut diolah menjadi pulp, kemudian diolah kembali menjadi viscose.

Baik kain rayon maupun viscose, diproduksi dalam proses yang sama namun bahan yang digunakan berbeda. Rayon bisa dibuat dengan selulosa dari berbagai tanaman sedangkan viscose dibuat dari bubur kayu. Rayon atau Viscose merupakan salah satu bahan utama untuk pembuatan benang yang nantinya diproses menjadi kain lembaran menggunakan mesin weaving.

GROSIR KAIN KATUN DAN RAYON DI JABABEKA

2. Weaving atau Penenunan.
Penenunan merubah benang hasil proses spinning atau pemintalan menjadi kain mentah. Kain mentah yang keluar masih berwarna kekuningan dan kaku. Hasil produksi proses tenun seringkali disebut grey atau greige
a. Kain Katun.

Katun memiliki karakteristik yang khas dengan ciri – ciri antara lain :
§  Bahan terasa dingin dan sedikit kaku.
§  Menyerap keringat.
§  Pakaian atau kain akan rusak bila direndam lebih dari 2 jam.
§  Noda dari makanan dan minyak akan mudah hilang dengan menggunakan detergent.
§  Bisa dicuci.
§  Rentan terhadap jamur.
§  Kain Katun jangan dibiarkan basah terlalu lama. Pada saat kain direndam ditambahkan satu sendok cairan pemutih (untuk satu baju) agar baju berwarna putih bertahan lama dan tidak kusam.

b. Bahan Rayon.

Rayon mempunyai karakteristik sbb:
§ Kelebihan seperti:
·       Lembut dan dingin ketika menyentuh kulit.
·        Bahannya jatuh, tidak kaku.
·       Kemampuan daya serap baik ( melebihin daya serap katun ), memudahkan proses pewarnaan dan pencetakan.
·       Noda dari makanan atau minyak akan mudah hilang dengan menggunakan diterjen.
·       Dengan kelenturan yang dimiliki, bahan viscose dapat didesain untuk berbagai model busana.
·       Serat kain rayon menghasilkan sirkulasi udara yang baik.
·       Sejuk dikulit sehingga nyaman dikenakan disegala suasana.
§ Kekurangan seperti:
·       Mudah kusut, supaya tidak mudah kusut, sa'at proses finishing berbarengan set lebar ditambahkan obat pelembut.
·       Daya tahan berkurang ketika dalam kondisi basah sehingga rentan sobek.
·       Karena daya tahannya berkurang ketika basah, bahan viscose juga bisa menyusut atau menjadi melar.
·       Rayon viscose tahan terhadap panas setrika, tapi jika terlalu panas warna bisa berubah menjadi kuning. Sebaiknya saat menyeterika dibalik.

GROSIR KAIN KATUN DAN RAYON DI JABABEKA

II. Bahan pokok ( kain greige ).

Bahan utama greige dibeli dari perusahaan besar dan berkapasitas besar. Pengiriman dari pabrik tersebut menggunakan rata-rata truk tronton. Kiriman kain dibongkar dan dicek jumlah ball /pis maupun kuantity meterannya. Hasil dari cek dicocokan dengan surat jalan pengiriman. Bila sudah sesuai maka surat jalan ditandatangani.

Kain dibongkar untuk diproses produksi. Dicatat jumlah meternya, dan disusun ke palet sesuai permintaan. Kemudian dijahit dari lembar satu kelembar berikutnya sampai total kelipatan 5000 meter. Setelah selesai kain tersebut dikirim keproses bakar bulu atau pretreatment disesuaikan proses sebelum proses printing maupun dyeing.

III. Proses Pretreatmen atau Persiapan.

1.      Singeing ( Bakar Bulu ).
Singeing adalah proses membakar bulu-bulu yang ada dipermukaan kain maupun disela-sela rajutan hingga bersih. Bulu-bulu tersebut ditimbulkan karena adanya tegangan dan gesekan pada benang lusi ketika proses pertenunan. Pada proses produksi bulu-bulu ini sangat mempengaruhi mutu hasil produksi, baik untuk putihan, dyeing ( pencelupan ) maupun Printing.

Bulu-bulu kain yg dibakar melewati celah diantara 2 sikat lembut terlebih dahulu, agar bulu-bulunya berdiri pada sa’at melewati api. Pembakaran ini menggunakan api dari pencampuran udara dengan gas. Tekanan gas antara 6 mBar s/d 18 mbar tergantung kecepatan kain yang lewat dipermukaan api. Sedangkan tekanan udara sekitar 80 mBar s/d 100 mbar.

Kecepatan proses singeing 35m/menit s/d 130m/menit. Nyala api harus berwana biru kehijauan dan tajam. Nyala api berwarna kuning menghasilkan pembakaran kurang sempurna dikarenakan api tidak bisa menembus anyaman kain. Sehingga bulu-bulu itu muncul kembali pada proses berikutnya.
Untuk kain micro fiber tidak di proses bakar bulu.

2. Desizing ( Proses Penghilangan Kanji ).
Proses penghilangan kanji ( Desizing ) bertujuan untuk menghilangkan kanji yg terdapat dilembaran kain dari proses pertenunan. Kandungan kanji di serat kain sebagai penghambat proses pewarnaan. Hasil proses buang kanji kandungan kanji harus bersih dari serat kain agar bisa menyerap cairan atau zat warna dengan cepat. Pada sa’at proses produksi dyeing maupun printing, zat pewarna harus bisa terserap oleh serat kain dengan sempurna pada kecepatan sampai 70m/menit.

Kesimpulan Proses singeing dan desizing.
Proses Singeing ( bakar bulu ) dan desizing ( penghilangan kanji ) merupakan proses semi kontinyu. Kain masuk kemesin bakar bulu melalui sikat dilanjutkan pembakaran bulu, lalu masuk didalam larutan enzim dan dipad ( peras ) langsung digulung pakai roll / dibatcher. Kain gulungan keluaran dari proses bakar bulu dan desizing di rol batcher, terlebih dahulu dibungkus plastic sampai rapat sehingga udara luar tidak masuk / bocor ke kain tersebut. Kemudian di bawa ke mesin pemutar ( slowmotion ) lalu diputar ( dibacem ) dengan kecepatan 8 m/menit selama minimal 8 jam. Enzim bekerja maksimal sekitar 8 jam.

Kualitas hasil proses singeing dan desizing:
Dapat dilihat dengan jelas perbandingan lembaran kain mentah atau grey/greige sebelum dan sesudah proses dibakar bulunya. Hal ini akan seperti itu sampai akir proses, dengan demikian kain tampak kusam dan lusuh.

Bila hasil dari proses buang kanji dan kanji dilembar kain mentah tidak bisa bersih maka hasil produksi warnanya mrampang atau tidak solid karena zat warna tidak terserap sempurna, kain juga terasa kaku karena masih ada kanjinya. Biasanya proses buang kanji harus sekali proses bersih, kalau diulang tidak akan bisa bersih sempurna alhasil kualitas produksi menurun.
Sebagai pembeli hanya berpandangan bahwa barang yang kami terima dengan kualitas terbaik tidak mau tau hasil proses produksinya bagaimana.







GROSIR KAIN KATUN DAN RAYON DI JABABEKA

3. Proses Scouring dan Bleaching.
Keluar dari proses scouring dan bleaching kain harus putih, tidak ada kotoran biji kapas, kandungan dari minyak kapas harus hilang, netral PH 7 - 8 dan mudah menyerap cairan dengan cepat dan rata. Proses Scouring & Bleaching kontinyu Menggunakan Mesin Benninger ( Prancis ). Jenis-jenis kain yang di proses ini adalah kain Cotton, CVC dan katun modal. Lembar kain setelah proses singeing dan desizing, sa’at proses pencucian dengan air panas +/- 95⁰C. Ketika memasuki obat scouring dan bleaching kain harus sudahbersih dari kandugan kanji dan juga kain sudah dingin sd hangat sehingga obat masuk keserat kain, tidak merusak larutan kimia tersebut.

Kesimpulan Proses Scouring dan Bleaching:
Kesempurnaan hasil printing salah satu ditentukan oleh proses ini. Proses pretreatment sangat menentukan hasil printing ataupun dyeing. Jika hasil proses scouring dan bleaching tidak sesuai persyaratan RFP maupun RFD dipastikan hasil produksi printing maupun dyeing kurang sempurna atau gagal. Kegagalan proses scouring dan bleaching ini tidak tampak mata. Dengan demikian operator bagian pengujian proses scouring dan bleaching harus uji penyerapan, lipatan permanen, bolong halus, biji kapas tidak hilang dll secara kontinyu setiap 15 menit.

Kualitas hasil proses Scouring dan bleaching:
Kegagalan proses scouring dan bleaching akan terlihat, ketikan kai akan dioptic maka kain tersebut tidak akan bisa putih ( mangkak ). Hasil produksi terlihat keruh dan kurang cerah.
Kandungan biji kapas tidak bersih maka akan terlihat ketika diprinting atapun dicelup timbul bintik-bintik kapas yang tidah nyerap warna.
Jadi kualitas roduksi jelek yang tidak layak dijual kekonsumen.




4. Proses Mercerized dan Couticsize.
Tujuan: Serat menjadi mekar dan tidak susut pada proses akhir.
Proses mercerized diperuntukan kain katun. Sebelum masuk ke padder kain harus membetang lebar tanpa ada lipatan. Kemudian masuk ke bak berisi NaOH 27⁰Be sd 32⁰Be kira-kira suhu 25⁰C dan diperas / dipres dengan 2 padder pickup 90% kemudian dilewatkan beberapa cylinder. Selanjutnya dicelup lagi dengan kandungan NaOH yang sama pada bak pertama dan diipress lagi dengan pick up 100%. Dengan dua kali masuk bak NaOH dan dua kali Pres maka hasil akan lebih sempurna.

Masuk ke tenter.
Keluar dari padder kain masuk ke tenter diset lebar selebar kain asal grey. Seperempat dari total panjang tenter disiram air panas merata selebar kain. Air panas dari proses pembilasan dialirkan ke bak bawah tenter dan disemprotkan kekain, lalu divacum dari bawah agar kandungan NaOH dikain bersih bersama air semprotan dan begitu juga selanjutnya sampai 3 vacum. Keluar dari tenter, masuk di bak proses pembilasan, bak ini tertutup, kain melewati rol-rol dan disemprotkan air berbarengan dengan uap.

Kandungan NaOH dibak proses pembilasan air bilasan tidak boleh lebih 5⁰Be. Menandakan cucian ditenter sudah memenuhi syarat bahwa sa’at kain ditarik lebar dan memanjang serat sudah mekar, hasilnya kain sudah tidak akan susut lagi. Setelah bak cucian pertama dicucian kedua sama dengan cucian pertama, disisni diharapkan kandungan NaOH sudah hampir bersih. Bak ke 3 masuk air asam dengan tujuan menurunkan kandungan kain yang basa sampai PH 7 ( netral ) dan bak ke 4 dan 5 pembilasan, selanjutnya keluar pengeringan.

Pada sa’at proses mercerize tidak boleh ada lipatan, bekas lipatan akan membekas garis-garis pada sa’at proses pewarnaan.

a.      Tujuan Proses mercerized adalah sbb:
§  Penggelembungan serat kain akan meningkatkan daya serap terhadap zat warna.
§  Daya serap meningkat menjadikan zat warna terserap keseluruh serat kain dan warna menjadi solid.
§  Menambah kekuatan tarik kain.
§  Ukuran kain lebih stabil ( tidak banyak susut ).

b.   Prosess cousticsize:
Pada proses ini, NaOH hanya 6⁰Be diperuntukan proses kain rayon. Hal ini jarang digunakan karena kain rayon sangat rapuh / gampang putus sa’at proses cousticsize.

Kesimpulan:
Hasil dari proses mercerized ini ketika proses pewarnaan harus menghasilkan warna lebih tua, solid, karena proses ini tidak menaikan harga jual kain. melainkan sa’at proses printing dan dyeing zat warna terserap sempurna. Dengan terserapnya warna secara sempurna akan menghasikan produk yang berkualitas dan hemat pemakain zat warna.

Kualitas hasil proses mercerized:
Proses ini diperuntukan kusus kain katun. Kegagalan proses ini terlihat hasil produksi printing maupun celup warnanya tidak solid / mrapang / dop /tidak cerah dan susutnyacukup banyak.

Kesimpulan Proses Pretreatment.
Proses pretreatment di textile adalah proses persiapan sebelun proses selajutnya yaitu pewarnaan. Pewarnaan dyeing ( polosan ) maupun printing. Dari proses bakar bulu, buang kanji, scouring, bleaching, kosticsize dan mercerized.
Proses pretreatment yang memenuhi syarat yang telah ditetapkan akan sangat membantu kesempurnaan proses berikutnya. Kesempurnaan proses ini terkadang susah dilihat dengan mata tetapi akan terlihat setelah selesai proses pewarnaan. Pengujian kesempurnaan proses diatas menggunakan metode test zat-zat kimia sesuai peruntukannya.




GROSIR KAIN KATUN DAN RAYON DI JABABEKA

5. Mesin Sueding
Proses sueding untuk menghasikan permukaan kain timbul bulu-bulu halus, lembut dan empuk. Proses ini diperuntukan kain poliyester dan kain katun yang tebal. Pada proses sueding menggunakan amplas bebeapa ukuran dari 180. 240, 320 dan 400.

Pilihan amplas tergantung hasil proses sueding, permintaan panjang bulu, semakin besar ukuran amplas semakin pendek dan semakin kecil ukuran aplas semakin panjang. Putaran rol amplas bisa diputar searah jalannya arah kain atau berlawanan. Arah putaran yang berlawanan arah kain, digunakan untuk menghilangkan bulu-bulu yang tidak teratur. Putaran rol amplas konstan. Untuk menentukan hasil proses sueding yang baik tergantung kecepatan kain, tegangan kain dan dalamnya rol amplas bersinggungan dengan kain. Kesalahan proses bisa berakibat kain mudah sobek. Proses yang benar akan menghasilkan kain lembut, empuk dan halus. Terasa nyaman dipakainya.

Pada proses sueding kain katun atau rayon tanpa menggunakan air dan sedot debu dijalankan. Sedang pada proses sueding kain poliyester kein dibasahi dan sedot debu dimatikan.



GROSIR KAIN KATUN DAN RAYON DI JABABEKA

IV. Proses Preset Kain untuk Printing maupun Dyeing.
Kain setelah selesai proses pretreatment dilnjukan proses preset sebelum diproses printing maupun dyeing. Proses ini menggunakan mesin stenter sebagai pengering dan seting lebar sesui lebar kain yang akan diprinting ( 115Cm, 120Cm, 150Cm, 240Cm dan 250Cm ).

Seting kain untuk Dyeing sedikit lebih lebarar dari pada untuk untuk proses printing. Karena kain yang kurang lebar ketika masuk ke cairan dyestuft akan mengembang dan akan timbul kerutan. Tetapi bila lebih lebar akan menyusut tapi tidak timbul kerutan bahkan rata. Keluar dari proses seting mesin stenter kain harus kering dan dingin. Keluar dari mesin stenter sebelum ke roll beacher ada cooling drum yang berfungsi pendingin. Dengan kekeringan yang sama akan menghasilan warna yang sama karena tingkatan penyerapan sama dari awal kain masuk sampai ke akhir kain proses.
GROSIR KAIN KATUN DAN RAYON DI JABABEKA

V. Proses Printing dan Dyeing.

1. Proses Printing Rotary.
Printing Rotary adalah suatu proses mentansfer pasta warna kepermukaan lembaran kain menggunakan rotary screen sesuai design. Jumlah warna yang di cetak sama dengan jumlah screen yang digunakan, untuk motif karakter tertentu dalam 1 warna bisa lebih dari 1 screen. Misalnya: warna hitam dipakai blok dengan raster, terkadang harus dipisahkan karena keduanya membutuh tekanan rakel yang berbeda.

Di mesin Rotary print jumlah screen atau warna maksimum 16 warna tetapi pada umumnya hanya 12 screen. Banyak perusahaan memilih mesin printing rotary karena bisa mencetak gambar dikain dengan kecepatan tinggi. Sehingga bisa memproduksi lebih banyak dibandingkan dengan mesin printing plat. Printing rotary sebagai mesin produksi masal.
Persiapan proses printing meliputi sbb:

a. Design. Ditempat ini gambar didesign atau ditrace sedemikian rupa agar bisa ditranfer keproses printing. Baik pemisahan warna maupun ukuran lingkaran ( lebar gambar ) sesuai diameter stadard screen. Design dibuat berupa file gambar untuk dikirim keproses Inkjet dan DLE rotary Engraver.
b. Engraver. File gambar yang ditranfer ke mesin sudah dilakukan pemilahan warna. Kemudian dicetak satu persatu kerotary screen menggunakan mesin DLE atau Injet rotary engraver. Proses pencetakan melalui penyinaran menggunakan sinar UV atau menggunakan tinta yang masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Menggunakan tinta hasil cetakan terlihat tetapi dengan sinar tidak terlihat jelas. Kemudian proses dilanjutkan, penyemprotan, pemanasan, pasang endring dan pemeriksaan.
c. Dilaboratorium pencarian resep warna menggunakan Color matching dari Macbeth. Selanjutnya dibuat pasta warna sekala kecil ( ukuran gelas ) dan disablonkan kekain yang sama dengan kain yang akan diproduksi
d. Didapur obat, resep warna yang sudah sesuai hasil dari laboratorium dibuat dengan sekala produksi mengikuti kebutuhan produksi dengan perhitungan open area. Dari skala kecil kebesar mungkin akan timbul perbedaan warna maka dengan demikian sebelum produksi harus ditest.
e. Persiapan kain. Kain siap printing yaitu serat kain lurus dan tidak melenkung, kering dan dingin. Proses seting lebar kain harus mengikuti lebar rotary screen dengan gambar yang sudah ditentukan.
f. Perkembangan baru. Proses persiapan pembuatan warna yang cenderung berulang sebaiknya membuat standard warna. Keuntungannya: sekali buat bisa banyak. Bila kelebihan bisa untuk design berikutnya pada warnanya sama dan masih banyak lagi penghematan.



GROSIR KAIN KATUN DAN RAYON DI JABABEKA

Proses Fiksasi Printing Reaktif dengan mesin Steamer.

Proses ini menghasilkan warna menjadi permanen yang masuk keserat kain. Warna utama yang masuk keserat tidak akan pudar ketika dicuci, yang hilang hanya zat warna yang tidak masuk keserat dan zat pembantu proses printing.

Proses fiksasi zat warna reaktif menggunakan mesin Steamer. Kain katun dan rayon umumnya proses reaktif. Proses fiksasi kain printing reaktif mesin dipanaskan dengan uap langsung dan tidak langsung. Untuk proses fiksasi ruangan mesin dipanaskan sampai 102⁰C dengan jumlah uap sampai 1300 kg / jam. Uap tidak langsung untuk memanasin diding bagian atas, tempat kain masuk dan kain keluar, agar tidak terjadi tetesan uap yang mencair dan uap langsung untuk proses fiksasi yaitu uap masuk keserat kain dan bereaksi.

Kain hasil proses printing reaktif diperkenankan masuk kedalam ruang mesin steamer bila temperature sudah mencapai 102⁰C. Proses fiksasi dibutuhkan waktu 7 – 8 menit didalam ruang. Kain yang keluar dari steamer seharusnya terasa lembab, menandakan proses sudah benar.




2. Proses dyeing Katun, Rayon dan Microfiber.

a. Keunggulan Mesin CPB Kusters.
Proses celup reaktif menggunakan mesin Cold Pad Batch hight technology padder Kusters Jerman. Biaya proses produksi celup paling murah dan kualitas terbaik. Mesin proses celup CPB ini menggunakan 2 swimming rol padder karet lembut dengan Hight Technolgy swimming rol memakai tekanan hydrolik dan pneumatic.

Proses pencelupan warna reaktif kain katun dan rayon menghasilkan warna solid dari awal sampai ujung proses.Tekanan padder kiri, tengah, kanan dikontrol dengan toleransi kecil. Pick up bisa sampai 65%,bila tekanan tidak sama, bisa di setel sampai batas toleransi diperbolehkan, membuat hasil celupan rata. Dengan menggunakan mesin ini akan menghasilkan kualitas celupan sangat sempurna.

Proses celup reaktif untuk kain katun dan rayon, menggunakan larutan alkali dan larutan dyestuff. Perbandingan 1 Alkali dan 4 Larutan dyestuff . Larutan alkali dan larutan dyestuff diaduk hingga merata, homogen. Larutan alkali dan dyestuff yang sudah tercampur harus langsung digunakan. Kain RFD masuk kelarutan obat dibak dan di press dengan padder kemudian masuk ke roll batcher. Kapasitas batcher maksimum 2000 m, sehingga warna dari ujung awal sampai akhir sama.



PRODUSEN KAIN PRINTING DAN DYEING TERKEMUKA DI CIKARANG 0812 9434 564

Fiksasi celup reaktif.
Kain hasil proses CPB diputar 8 rpm. Lamanya pemutaran tergantung jenis dyestuffnya, yaitu 6 sampai dengan 24 jam agar fiksasi sempurna dan dilanjutkan proses pencucian. Proses celup CPB lebih ramah lingkungan, karena cairan langsung diserap ke kain dengan pick up 65%, dalam proses pencucian, lunturan dyestuff sedikt sehingga air cucian tidak terlalu kotor.

Kesimpulan Proses dyeing CPB:
Hasil dyeing dinyatakan sempurna bila hasil proses warna solid. Dari awal sampai akir proses warna tidak boleh beda dan tidak ada bintik putih kekuningan akibat dari minyak binatang yg kena press saat proses celup, biji kapas yang tidak hilang. Ketika proses, cacat celup tidak terlihat, terlihat setelah hasil cucian sudah dikeringkan. Pencampuran alkali dan dyestuff harus skala 1:4. Sa’at proses pencelupan pemakain obat harus dikontrol terus.




b. Proses dyeing Poliyester / Microfiber.
Proses Ceup kain Poliyester / Microfiber menggunakan mesin Jet Dyeing.
Mesin ini proses disperse, mempunyai kapasitas produksi dengan satuan berat ( kg ). Kapasitas produksi setiap mesin tidak musti sama. Kapasitas produksi 500 Kg yang digunakan untuk poses. Berat jenis kain microfiber 300 gram/meter dengan lebar 250Cm.

Mesin Jet dyeing tergolong modern dan proses lebih cepat.
Proses pencelupan kain microfiber, bahan dimasukan kedalam tabung bejana, kain berbentuk tali dan diputar sampai beberapa kali sampai merata, air masuk ketabung dengan ukuran 1:6, kain 500Kg air 3000 liter. Setelah air terisi 3000liter kemudian kain dimasukan, pompa sirkulasi dijalakan dan kain akan berputar.
Proses memasukan larutan chamical dan larutan pewarna. Setelah semua tahapan proses persiapan terpenuhi, proses pemanasan dilakukan secara berlahan, sekitar 10 menit sampai ditemperatur 130⁰C, pada temperature ini ditahan selama 30 menit. Setelah proses celup selesai, temperature diturunkan ke 60⁰C, Hasi diperiksa dicocokan dengan warna orderan, kalau sudah dilanjutkan ke cuci bilas. Kain hasil proses celup dikeluarkan. Untuk menghasilkan produksi mesin jet dyeing yang lebih banyak, pencucian bisa menggunakan mesin lain seperti mesin cuci Haspel yang dilengkapi mesin Scutchernya ( pembuka kain yang menggulung ).




VI. Proses washing, finishing dan Inspecting.

1. Proses washing.
Ada 2 model washing after print yaitu: Open-width Washing Machine for Fabric After Printing dan mesin cuci haspel.
Proses cuci setelah printing maupun dyeing, pada pinsipnya sama yaitu dicuci setelah proses fiksasi sehingga kain tidak luntur atau hasil printing / celup tidak luntur. Setelah proses fiksasi kain hasil printing maupun dyeing dicuci.

Proses pencucian pertama menggunakan air dingin dilanjutkan masuk ke bak air panas kira-kira 85⁰C. Sebelum masuk ke proses air panas cucian sudah hampir bersih terlebih dahulu. Kemudian masuk proses kebak sabun juga menggunakan air yang dipanaskan. Kemudian dicuci lagi proses air panas tanpa sabun. Selanjutnya proses pembilasan. Keluar dari proses bilas kain sudah bersih tidak ada lunturan. Proses ini secara kuntinyu dalam satu unit washing machine for after printing.

Proses cuci after printing ini adalah menghilangkan zat warna dan zat pembantu yang memang harus lepas dari kain sehingga menghasikan sesuai yang diinginka.
Pada umumnya selesai dari proses washing ini langsung kering, namun masih ada yang keluar basah dan dikeringkan kemesin yang terpisah.
Proses menggunakan mesin cuci haspel. Keluar dari proses washing menggunakan mesin haspel kain masih mengumpul semacam tali dan dibuka oleh mesin scutcher dan langsung dikeringkan.

2. Proses finishing.
Hasil proses finishing kain harus lembut, empuk, berisi, tidak susut, lebar seragam dan tidat getas.
Untuk menghasikan produk yang berkualitas dan siap bersaing dipasaran maka proses finishing sangat menentukan. Hasil proses produksi harus memenuhi syarat pelanggan dan efisien sehingga bisa jual bersaing harga yang lebih murah.
Proses produksi harus berinovasi terus menerus agar menghasikan biaya proses lebih murah dan tidak harus menaikan harga jual. Karena harga jual sudah sulit untuk dinaikan.

Ada dua proses finishing sbb:
a. Finishing cara Chemical.
Mesin Stenter ini digunakan untuk proses seting finish menggunakan chemical seperti resin finish berupa: pelembut, penebal agar kain terasa berisi, lembut dan tidak terkesan getas. Hasil proses finishing harus sempurna, sususnan serat kain tidak boleh miring maupun melengkung dan lebar harus sama.
b. Finishing cara mekanis.
original. Lembaran kain dipress dengan blanked ( rabber tebal ), hasilnya kain menjadi lemenggunakan mesin sanforize dan Calender. Proses menggunakan mesin Sanforize untuk mengembalikan kontruksi kain lembut dan tidak susut lagi. Proses finishing menggunakan mesin Calender dengan cara kain dipress oleh 2 atau 3 rol. 1 roll stainlessteel dipanaskan sampai temperatur sesuai kebutuhan dan dipres oleh 1 atau 2 roll teplon. Untuk proses menggunakan rol teplon dan rol staileessteel mempunyai sedikit perbedaan kecepatan. Hasil dari proses ini ada efek strika.

GROSIR KAIN KATUN DAN RAYON DI JABABEKA
Kesimpulan:
Semua proses ini menentukan kualitas hasil produksi. Bukan hanya hasil produksi yang baik saja tapi ada tuntutan proses yang efisien segala hal, agar pelanggan tetap setia menikmati hasi produksi yang berkualitas dan lebih kompetitip.Tinggalkan pola lama yang poya dan tetap untung besar, sudah tidak bisa dipertahankan lagi cara tersebut.
CV. Liarie radha kayana sebagai distributor kain textile dari perusahaan ternama maka kami siap bersaing dengan distributor lainnya. Kualitas dan harga lebih murah menjadi andalan kami, karena kami menemukan cara produksi yang efisien.
Melihat peluang pasar dan untuk melengkapi produksi perusahaan, salah satunya perusahaan menambah jenis proses pruduk printing Embossing. Hasil proses printing emboss ini banyak digunakan seperti di hotel, gorden, bahan gamis, mukena dan lainnya. Bahan yang digunakan adalah jenis poliyester.
Dengan pasar yang lebih variable ini, perusahaan membeli mesin Calender Printing Emboss untu proses emboss.




3. Embossing Calender Matchine.

Teknik Proses embossing Roller menggunakan alat yang terdiri dari silinder dengan material logam yang sudah diukir dengan motif. Untuk membentuk design ukir pada permukaan lembar kain, ada dua metode utama dalam teknik emboss, yaitu secara mekanis dan kimiawi.

a.      Secara mekanis, rol yang terukir dipanaskan sampai 150⁰C – 200⁰C dengan pemanas listrik ( heater ). Kain dipres diantara 2 rol yaitu rol ukir yang dipanaskan dan rol teplon sebagai penekan. Rol diputar terus dengan speed 20 m/menit - 30m/menit, press 6 MPa panas 150⁰C sepanjang kain produksi yang di kehendaki. Dengan cara proses tersebut diatas akan menghasilkan motif yang ada diroller tersebut mampu membuat motif yang sama pada lembar kain.
b.      Secara kimiawi, design dipress pada kain yang sebelumnya sudah diproses dengan resin. Perusahaan ini hanya menggunakan proses mekanis.

Jenis kain yang diproses embossing calendar adalah kain Microfiber yang telah di proses sueding, dyeing dan puth. Jenis kain ini setelah proses emboss, motifnya bersifat permanaen. Motif akan rusak bila dipanaskan dengan panas yang sama atau lebih panas dariproses emboss.




4. Proses inspection dan rolling.
Hasil proses produksi yang dikirim ke buyer harus memenuhi persyaratan permintaan buyer. Proses inspeksi dan roling akhir dari proses produksi. Semua hasil produksi akan dipilah beberapa kategori a,b dan c. Yang tidak lolos inspeksi berarti cacat. Hasil proses produk yang cacat berarti kerugian perusahaan. Cacat proses produksi pasti terjadi tetapi seharusnya tidak lebih dari 2%.

Kelebihan dan kekurangan proses produksi dari yang dipesan, juga merugikan perusahaan. Kekurangan hasil proses produksi bisa terjadi bila hasil produksi cacat lebih dari 3%, cacat tidak seimbang. Misalkan order 1 design terdiri 4 seri. Salah satu dari seri beda kuantity lebih dari 3% sisanya berarti kelebihan / kekurangan produksi. Jablak adalah selih kuantity melebihi standard toleransi dalam salah satu seri di setiap design hasil proses produksi. Hasil proses produksi cacat melebihi ketentuan, tidak layak dikirim kepemberi order. Data hasil proses inspeksi ini, perusahaan sudah bisa memperkirakan untung atau rugi. Buyer tidak mau tau urusan proses dan taunya barang diterima dengan baik. Buyer harus menerima hasil proses yang telah terpenuhi syaratnya.




VII. Kesimpulan hasil produksi:
Urutan dan persyaratan semua proses diatas akan menghasikan produk textile yang sangat sempurna. Alur proses tersebut diatas tidak dimiliki oleh semua pabrik textile. Hanya pabrik textile besar yang memilik kelengkapan mesin-mesin proses produksi seperti diatas. Persyaratan proses dijalankan dengan konsistem akan menghasikan produk yang berkualitas. Pross finishing menggunakan dua cara yaitu dengan chemical dan mekanis dengan demikian menghasilkan produk sempurna berkualitaas.

Produksi trending dari tahun ketahun berikutnya:
1. Motif trending tahun 2010 adalah motif 
5. Motif trending tahun 2020 adalah motif tribal,patchwork dan abstrak di kain rayon. Untuk bahan sprei kain microfiber dengan motif karakter.

VIII.Pengiriman.
Hasil proses inspeksi dan rolling yang sudah tertera RN, Buyer, Panjang, dibungkus dengan plastic dan dipanaskan, sehingga rapi. Jumlah rol maupun kuantity setiap rol dari proses inspeksi dihitung dan juga total keseluruhan. Tiap combo dalam 1 design, jumlah rol nya harus sama.

Setiap kali muat barang yang akan dikirim ke buyer dengan mobil box diperiksa kembali. Proses pemeriksaan dilakukan oleh operator logistic, security, pembawa barang ke buyer. Setelah pemeriksaan selesai dan sudah sesuai maka dibuatkan surat jalan. Surat jalan ditandatangani oleh pemeriksa dan beberapa Manager.
Ketika akan keluar pintu gerbang pabrik, surat jalan diperiksa lagi oleh Scurity dan dikonfirmasi ke Scurity pemeriksa. Bila sudah sesuai maka mobil box pembawa barang boleh keluar.
GROSIR KAIN KATUN DAN RAYON DI JABABEKA

IX. Pemasaran.
Dengan pertimbangan proses tersebut diatas, melihat kelengkapan mesin-mesin proses produksi yang berteknologi Eropa dan Asia. Didukung oleh operator berpengalaman dan management satu visi, misi dengan sasaran hasil proses produksi yang berkualitas dan kuantitas sehingga biaya produksi bisa ditekan.

Menaikan kecepatan produksi akan mempercepat hasil produksi dan biaya produksi menjadi lebih murah. Kualitas produksi yang didukung sumber daya manusia yang mumpuni, berpengalaman mampu mengatasi semua masalah, hasil proses yang sempurna maka akan menghasilkan produk yang sempurna pula seperti, warna cerah, tidak luntur, lembut, empuk, berisi, dan ada efek strika.

Kain katun dan rayon dibuat dari serat alam ( kapas dan kayu ) sehinggan bahan mudah menyerap keringat dan adem digunakannya.
Dengan demikian maka CV. LIARIE RADHA KAYANA memutuskan meminta proses produksi kain katun dan rayon baik printing maupun polosan di perusahaan besar dan ternama didunia textile yang terletak di Kawasan Industri Jababeka.

Persaingan didunia pertektilan sangat ketat karena harus melawan barang-barang proses produksi impor yang sangat murah. Barang impor lebih murah terutama bahan dari sintetik seperti jenis polyester karena biaya proses produksinya bisa efisien. Bahan polyester sebenarnya kurang cocok untuk daerah tropis karena ketika dipakai dan terkena sinar matahari akan terasa panas. Ketahanan warna bahan sintetik cukup baik dan awet. Meski demikian kedepannya kita akan bisa jual jenis bahan ini bila permintaan sudah mulai banyak. Harga jual bahan sintetik nantinya akan disesuaikan dengan harga impor dengan persyaratan yang sama.

GROSIR KAIN KATUN DAN RAYON DI JABABEKA

Selama tahun 1989 perusahaan ini melakukan proses produksi kusus kain katun dan rayon. Kami menjual jenis kain katun dan rayon proses printing dan dyeing tetap jual lebih murah, baik dari produk impor maupun lokal dengan kualitas lebih baik. Hal ini dikarenakan perusahaan yang memproses kain rayon printing maupun polosan ini sudah mampu melakukan efisiensi proses produksinya. Dengan tetap menjaga mutu hasil proses produksi sesuai tuntutan jaman.

Jadi kami tetap menghasilkan hasil proses produk yang berkualitas dan harga lebih murah. Ditahun 2020 perusahaan ini telah mempunyai proses produksi unggulan katun, rayon dan microfiber lebar 250Cm, baik printing maupun polosan.

Dengan penambahan proses produk unggulan perusahaan ini telah menambah investasi mesin Sueding, mesin Jet Dyeing dan mesin Embos. Proses printing dengan kain microfiber juga mengubah alur proses agar bisa efisien dengan mengacu produksi yang berkualitas.
Kami mempunyai hasil proses produksi unggulan terutama kain rayon, kain katun dan ditambah pendatang baru yaitu kain microfiber. Kecerahan warna, kelembutan dan ketahanan warna.
Dengan keterangan diatas para pemain kain khususnya kain katun dan rayon dan pendatang baru mirofiber tidak salah memilih hasil dari proses produksi kami.

Keunggulan Produksi sbb:
1. Produksi Printing Kain Rayon:
§  Warna cerah, proses kusus dipretreatment.
§  Gambar tajam, akurasi gambar dan overlap kecil sekali.
§  Lembut dan empuk, gloyor, sifat kain dan proses yang baik.
§  Berisi dan tidak kaku, proses pretreatment yang sempurna dan finishing yang sempurna.
§  Mengkilap, ada proses finishing chemical dan mekanis.
§  Warna tidak luntur, jenis obat, cucian yang bersih, fiksasi sempurna dengan proses yang benar.
§  Menyerap keringat, terbuat dari baham kayu diolah sedemikian rupa.
§  Harga murah, kualitas terbaik.
2. Produksi Printing Kain Katun:
§  Warna Cerah, Proses pretreatment terutama efek dari proses mercerized yang benar.
§  Gambar tajam, akurasi gambar dan over lap kecil.
§  Lembut, empuk sedikit kaku karena sifat katun itu sendiri.
§  Sedikit lebih kaku dibandingkan bahan rayon ( tidak patah ).
§  Kain sedikit mengkilap, proses finishing dengan chemical dan mekanis ( Calender ).
§  Warna tidak luntur, Warna terserap ke kain dengan sempurna, fiksasi sempurna dan zat warna yang baik.
§  Mudah menyerap keringat, bahan dasar alam ( kapas ).
§  Harga bersaing, kualitas terbaik.
3. Proses Dyeing kain katun dan rayon.
§  Warna cerah, rata ( kanan, kiri, tengah dan awal samapai akir , proses pretreatment sempurna.
§  Hasil proses celup CPB maupun Jet Dyeing lebih empuk, lembut, tidak kaku untuk rayon dan sedikit kaku buat katun.
§  Warna solid, didukung oleh mesin terbaik dan pewarna yang baik pula.
§  Mudah menyerep keringat.
§  Proses CPB adalah proses palin efisien sehingga harga jual lebih murah dengan kualitas terbaik.
Keunggulan tersebut diatas membuat pelanggan susah berpaling.

GROSIR KAIN KATUN DAN RAYON DI JABABEKA

Ketentuan Order:
1.      Menjual kain meteran 
2.   Minimal pembelian 4 meter.
3.   Melayani offline maupun online
4.     Pembayan cash
5.     Ongkos pengiriman dibebankan ke pembeli.


Kain Murah Jababeka menjual meteran dari hasil kelebihan produksi di pabrik tempat kami beli. Bahan berkualitas sama dengan yang dikirim ke pelanggan pabrik. 

LAYANAN GROSIR KAIN KATUN DAN RAYON DI JABABEKA di Toko Kain Murah Jababeka yang beralamat di Jln. Kancil 1 B 42 Cikarang Baru, Kel. Sertajaya, Kec. Cikarang Timur Kabupaten Bekasi. Sugeng 0812 9434 564